ICHA'S WORLD

welcome to icha's blog :)

Praktek Bisnis Yang Tidak Beretika “PT. XYZ”

pada 12 Oktober 2012

Pelanggaran yang terjadi menyangkut beberapa pihak seperti biro produksi, biro pengendalian mutu & proses dan pihak atasan sebagai penentu keputusan.
Setiap departemen dan biro dalam perusahan mempunyai tujuan yang harus dicapai(goals) masing-masing yaitu :
• Biro Produksi : mendapatkan jumlah produksi yang besar dengan jumlah bahan baku dan waktu yang digunakan seefisien mungkin
• Biro Pengendalian Muru dan Proses : Setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar nasional dan internasional (SNI,ASTM,ISO)

Masalah yang dihadapi,
a. Biro Produksi : Ketika keadaan sedang tidak mendukung proses produksi, proses produksi tetap dilanjutkan dengan motif mengejar goals
b. Biro Pengendalian Mutu : Produk semen yang tidak memenuhi standar diketahui oleh biro pengendalian mutu dan proses, dan produk pun diberi cap tidak sesuai standar, lalu melapor ke pihak atasan.
c. Awal Masalah : Masalah produk semen yang tidak sesuai standar ini diketahui oleh pihak atasan, dengan kata lain gagal dijual secara langsung

Konflik Atasan
Pihak atasan dihadapkan pada tiga pilihan berikut,
1. Pihak atasan meloloskan produk semen yang tidak sesuai standar dengan menginterfensi biro pengendalian mutu untuk memberikan izin dengan pertimbangan mengejar profit
2. Pihak atasan membiarkan produk semen yang tidak sesuai standar tersebut tidak dijual denga pertimbangan mengutamakan kepercayaan
3. Semen yang tidak sesuai standar dimasukkan kedalam penyimpanan khusus. Ketika semen ingin dipacking kualitas semen yang bagus dicampur dengan yang kurang bagus

— Jika pihak atasan memilih pilihan pertama, walaupun keuntungan yang didapat maksimal tetapi resiko yang didapat terlalu besar, yaitu kehilangan kepercayaan konsumen apabila diketahui konsumen
— Jika pihak atasan memilih pilihan kedua, perusahaan akan rugi biaya dan waktu waluapun mendapatkan keuntungan mendapatkan kepercayaan konsumen
— Jika pihak atasan memilih pilihan ketiga, perbadingan antara keuntungan dan kerugian cukup seimbang, keuntungannya produk yang dihasilkan tetap terjual dan kerugian kualitas semen sedikit menurun tetapi konsumen tidak terlalu merasakan penurunan kualitas semen tersebut

Pada akhirnya, atasan PT. Semen Tonasa memilih pilihan pertama yaitu pihak atasan meloloskan produk semen yang tidak sesuai standar dengan menginterfensi biro pengendalian mutu untuk memberikan izin dengan pertimbangan mengejar profit.
Sehingga akhirya terjadi pelanggaran etika bisnis sebagai berikut
** Terjadi pelanggaran etik pada biro produksi, seharusnya menghentikan proses produksi apabila keadaan sedang tidak mendukung
** Terjadi pelanggaran etik pada biro pengendalian proses, karena membiarkan terjadinya percampuran good product dan bad product
** Terjadi pelanggaran etik oleh pihak atasan karena menginterfensi bawahan untuk lebih memperhatikan aspek keuntungan dan kerugian

Sumber : http://www.scribd.com/doc/86375403/Contoh-Kasus-Pelanggaran-Etika-Bisnis-Dalam-an


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: