ICHA'S WORLD

welcome to icha's blog :)

Tugas Metode Riset 2

pada 1 Oktober 2011

Analisis Jurnal 1

Judul                     : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Telepon Seluler di Makassar (Suatu Uji Kemampuan Iklan Media Cetak)

Pengarang          : Irham Bijaksana

Tahun                   : 2005

Tema                     : Pengaruh media Iklan

Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi informasi dan globalisasi yang sangat pesat, berdampak pada semakin tingginya persaingan untuk menguasai pangsa pasar dunia. Perusahaan yang ingin berhasil harus memiliki strategi perusahaan yang dapat memahami perilaku konsumen.

Dunia teknologi informasi saat ini semakin menarik untuk diamati, terutama yang berkaitan dengan telekomunikasi. Hal ini ditndai dengan perkembangan internet, kemudian disusul dengan teknologi telepon seluler yang begitu cepat dan canggih sehingga setiap orang tertarik untuk memiliki. Sekarang ini setiap orang tidak hanya memiliki suatu produk karena fungsinya saja, tetapi juga rasa bangga dan pengakuan yang didapatkan dari memiliki produk tersebut.

Teknologi dalam telepon seluler merupakan salah satu daya tarik untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli. Desain atau model unik serta teknologi yang digunakan seperti kamera, bunyi panggilan serta fasilitas yang dapat berinternet merupakan daya tarik untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan telepon seluler NOKIA yang memiliki keunggulan dalam hal desain/model dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya seperti MOTOROLA, ERICCSON (kemudian merger dengan SONY menjadi SONY ERICCSON), SAMSUNG  dan SIEMENS.

Persaingan sangat ketat diantara telepon seluler dimana NOKIA meraih pangsa pasar telepon seluler sebesar 30 persen, kemudian MOTOROLA dengan pangsa pasar 16,4 persen, dimana mengirimkan 10 juta ponsel ke pasaran, dan produsen asal Korea Selatan SAMSUNG berusaha mengejar dengan 10,9 persen.

Salah satu pemimpin pasar telepon seluler dunia NOKIA dalam strategi pemasarannya selain menggunakan iklan sebagai promosi, salah satunya yaitu dengan mengamati pola perilaku konsumen dan menarik konsumen atau memberikan kemudahan dan tawaran kepada konsumennya dengan membentuk suatu komunitas yang disebut CLUB NOKIA. Komunitas ini dijadikan sebagai senjata oleh NOKIA untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualannya, dimana sesama pengguna NOKIA dapat saling berinteraksi dan tentunya memperoleh sesuatu yang tidak bisa didapatkan oleh konsumen pengguna telepon seluler merek lain dan bisa juga menarik konsumen untuk memiliki telepon seluler NOKIA dengan informasi dari komunitas ini.

Iklan merupakan salah satu sarana untuk mempengaruhi massa juga merupakan alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, konsumen perlu mengetahui apa saja keunggulan produknya dengan produk yang lain.

Pembuatan iklan yang menggunakan slogan atau tema tertentu untuk mempersuasi konsumen. Pesan yang efektif dalam suatu iklan dan memberikan satu taraf ingatan terhadap nama produk atau merek. Jika seseorang mengatakan ”kesan pertama begitu menggoda” selanjutnya akan mengubah perilaku konsumen untuk membeli produk tersebut.

Iklan sebagai bagian dari promotion mix telah menjadi bagian  telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di dunia. Dimana sejak kita bangun tidur telah diterpa produk iklan. Iklan memang sudah menjadi hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Dari fenomena-fenomena di atas penjualan telepon seluler yang begitu pesat, maka penulis mencoba mengungkapkan pengaruh media massa terutama iklan media cetak yang mempengaruhi perilaku konsumen serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi dalam pembelian telepon seluler di Makassar.

Masalah

  1. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli telepon seluler dengan memilih merek tertentu ?
  2. Apakah Iklan yang menggunakan media cetak (surat kabar dan majalah) efektif untuk mengubah perilaku konsumen dalam membeli telepon seluler ?

Tujuan

1. Untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli telepon seluler dengan merek tertentu.

2.   Untuk menganalisis iklan yang menggunakan media cetak (majalah dan surat kabar)  untuk memgubah perilaku dalam pembelian telepon seluler.

Metodologi

Tahapan Penelitian

Lokasi Penelitian              : Penelitian dilakukan di Makassar dari bulan april sampai dengan Juni 2005

Tipe Penelitian                  :

Tipe penelitian survey eksplanatory (penjelasan) atau pengujian hipotesa yaitu untuk menjelaskan pengaruh antara 2 variabel. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk menghitung dan mengukur variabel-variabel penelitian yang selanjutnya dianalisis secara statistik.

-Populasi dan Sampel

Populasi              

Karena penelitian ini meneliti tentang konsumen yang membeli telepon seluler di Makassar, maka penulis mencoba menentukan  populasi target yaitu pelanggan TELKOMSEL sebesar 6000 dan yang menjadi populasi survey adalah pelanggan TELKOMSEL yang akan dijadikan sampel sebesar 360.

Sampel

Untuk mengambil sampel yang dipilih, maka penulis menggunakan dengan tabel morgan dengan populasi 6000 maka sampel 360 dan dikontrol dengan ”Formula Krejcie dan Morgan” (Bulaeng, 2000:146)

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian terdiri data kualitatif yang diperoleh dari hasil pengamatan dan data kuantitatif yang diperoleh dari penyebaran kuesioner responden.

Sumber data :

  1. Data primer, yaitu data yang diperoleh melalui penelitian dilapangan baik melalui responden dan hasil pengamatan.
  2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari hasil bacaan dari buku-buku, majalah, makalah dan dokumen-dokumen yang dijadikan objek studi.

 

C. Tekhnik Pengumpulan Data
  1. Menyebarkan kuesioner, mengajukan sejumlah pertanyaan kepada responden yang akan dijawab dalam bentuk tulisan sesuai dengan pertanyaan. Jawaban dari pertanyaan diberikan skor atau bobot nilai yaitu a = 5, b = 4, c = 3, d = 2, dan e = 1 untuk jawaban faktor-faktor yang mempengaruhi sedangkan jawaban dari pertanyaan perilaku diberi skor bobot nilai Ya = 1 dan Tidak = 0.
  2. Observasi. Pengumpulan data yang dilakuakan dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian.
  3. Wawancara. Mengumpulan data dari informan yang berhubungan dengan objek penelitian.

F. Variabel Penelitian

                 Dalam penelitian ini meliputi 2 variabel yaitu variabel bebas (X) dan Variabel (Y). Variabel bebas adalah Iklan, informasi dari toko, penjualan tatap muka, media cetak dan orang lain.

Sedangkan variabel terikat (Y) adalah perilaku pembelian (Ya atau Tidak) dengan kriteria yaitu merek, harga, desain/model, dan mutu dari produk telepon seluler.

Analisis dan Hasil  :

Untuk melakukan analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif yaitu analisa dilakukan terhadap jawaban responden dari kuesioner dengan tujuan untuk menjawab hipotesis yang telah diajukan. Dan teknik yang digunakan yaitu analisis regresi logistik dengan prosedur sebagai berikut :

  1. Teknik analisis regresi logistik dipergunakan jika variabel terikat bukan data rasio/metric melainkan data kategori/nominal yang hanya terdiri dari dua kategori yaitu Ya dan Tidak. Dimana bebasnya terdiri dari lima indikator digunakan untuk mengukur dimensi mana yang paling besar pengaruhnya dari kelima dimensi tersebut.

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5

Y      =            Keputusan pembelian

a      =            bilangan konstan

b     =            Koefisien prediktor

X1   =            Iklan

X2   =            Informasi dari toko

X3   =            Penjualan tatap muka

X4   =            Media Cetak

X5   =            Orang lain

  1. Teknik analisis korelasi parsial, digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan satu variabel bebas dengan satu variabel terikat.

WaldStatistic  –  2 K

R =         (——————————)

– 2 LL (0)

R              =      Korelasi parsial

K              =      Banyaknya variabel bebas

-2LL(0)   =      -2 Log Likelihood (sudah merupakan model)

Hasil

1.     Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian telepon seluler dengan merek tertentu.

1.     Iklan

Iklan adalah pesan yang ingin di sampaikan oleh perusahaan kepada konsumen. Tujuan dari iklan adalah memperkenalkan suatu produk yang dikeluarkan oleh perusahaan dan menaikkan tingkat penjualan suatu produk .

Berdasarkan hasil penelitian ini juga di dapat pengaruh iklan secara signifikan terhadap perilaku pembelian dengan menggunakan uji statitik regresi logistik. Ini berarti pesan yang disampaikan melalui iklan dapat diterima dengan baik oleh konsumen dan terjadi hubungan antara iklan dengan perilaku pembelian sebesar 32.9%.

Pengaruh iklan yang secara signifikan dapat dilihat dari tingkat pengaruh iklan sebesar 48.6% mempengaruhi perilaku serta 34.2% sangat mempengaruhi perilaku.

Tingkat usia responden yang sebagian besar adalah berusia  masih muda sekitar 80.9% adalah merupakan salah satu faktor mudahnya usia tersebut dipersuasif dan dibujuk oleh iklan melalui pesan-pesan yang dapat mempengaruhi perilaku.

  1. Toko

Toko adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku untuk membeli suatu produk dengan berbagai macam merek. Memilih toko untuk mencari informasi tentang suatu produk ataupun melakukan transaksi pembelian merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh konsumen karena toko menyediakan berbagai jenis merek dari suatu poduk.

Pilihan toko untuk mencari informasi suatu produk adalah proses yang kompleks karena terdiri dari beberapa faktor seperti kriteria evaluasi, karakteristik toko yang dirasakan, proses perbandingan dan toko yang dapat diterima dan tidak dapat diterima. Keputusan terhadap toko pada dasarnya sama seperti keputusan tentang produk atau merek.                                                                       Berdasarkan pengamatan di lapangan lokasi toko merupakan daya tarik konsumen untuk mencari informasi sekaligus membeli telepon seluler, lokasi yang stategis yang terletak di tengah kota dan dilalui oleh kendaraan umum lebih banyak dikunjung oleh konsumen baik untuk mencari informasi dibanding di daerah pinggiran yang tidak dilalui oleh kendaraan umum.

3.     Penjualan Langsung

Penjualan langsung adalah satu-satunya alat promosi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen secara langsung maksudnya terdapat proses komunikasi antara produsen dengan konsumen tanpa menggunakan suatu perantara atau media, jadi secara langsung terjadi

4.     Media Cetak

                         Media cetak adalah tempat dimana perusahaan dapat memberikan informasi tentang perusahaan, produk atau merek si produsen kepada konsumen melalui surat kabar dan majalah. Media cetak adalah salah satu promosi yang merupakan bagian bentuk-bentuk komunikasi tentang perusahaan, produk atau merek dari perusahaan yang tidak membutuhkan pembayaran. Perusahaan kadang kala menyelenggarakan kegiatan media dengan harapan mendapatkan berita atau kerjasama antara perusahaan dengan suatu media cetak, seperti artikel di surat kabar atau majalah yang membandingkan produk perusahaan dengan merek produk perusahaan lain.

Pengaruh media cetak dalam memberikan informasi tentang keunggulan suatu produk merupakan suatu keuntungan besar bagi perusahaan. Media cetak terutama surat kabar jenis tabloit dan majalah telah memfokuskan tentang berita-berita atau informasi tentang produk telepon seluler yang secara langsung bisa memberikan keuntungan bagi konsumen sebagai bahan pertimbangan untuk proses pembelian.

2.     Iklan Media Cetak (Surat Kabar Dan Majalah) Efektif Untuk Mengubah Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Telepon seluler.

Perusahaan memperkenalkan produk kepada konsumen menggunakan iklan sebagai sarana untuk mengkomunikasi produknya. Iklan diharapkan mampu menaikkan penjualan dengan cara mengubah perilaku orang yang tadinya tidak pembeli menjadi pembeli, baik dengan cara menginformasikan kepada orang yang tidak tahu menjadi tahu dan seterusnya sehingga akhirnya membeli.

Pengaruh iklan sangat besar dalam menarik konsumen untuk datang baik untuk melihat atau menanyakan kelebihan-kelebihan produk yang ditawarkan seperti wawancara penulis dengan salah satu bagian pemasaran NOKIA yang ada di Makassar mengatakan bahwa pengaruh iklan berpengaruh dalam meningkatkan penjualan telepon seluler mereka. Berdasarkan hasil peneltian, telepon seluler merek NOKIA menguasai pasar telepon seluler di Makassar sebesar 64.7%.

Tujuan utama dari iklan adalah menyebarkan informasi atau memperkenalkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan telepon seluler kepada konsumen dengan tujuan agar konsumen dapat memilih atau menilai tentang produk yang ditawarkan. Dan salah satu media yang efektif dalam memberikan atau memperkenalkan produk dengan menggunakan media cetak baik itu melalui surat kabar maupun majalah.

Mengukur iklan efektif memang salah satunya adalah semakin tingginya penjualan tetapi untuk pengukuran efektif tidaknya iklan dapat dilakukan dengan enam cara yaitu memori, persuasi, komunikasi, frame by tahap demi tahap (frame  by frame), penampilan merek (brand permormance ), dan respons langsung (Direct Response).

Sementara metode evaluasi tahap demi tahap digunakan untuk melihat bagian perbagian iklan yang kemungkinan dianggap konsumen tidak menarik atau bahkan tidak masuk akal sehingga bisa dipotong atau ditambah. Kekuatan evaluasi ini ada pada kemampuannya untuk mengevaluasi setiap adegan yang muncul, tetapi kelemahannya adalah hanya mengevaluasi iklannya saja dan tidak melihat dampaknya pada produk/merek yang dibawanya.

Untuk menjadi suatu iklan yang efektif tidaklah sederhana yang kita bayangkan, iklan yang baik atau memuaskan perlu beberapa pertimbangan sebagai berikut :

1.     Iklan bisa jadi efektif bila cocok atau  bekerja sama dengan elemen-elemen dari komunikasi pemasaran seperti perusahaan, biro iklan dan media.

2.     Iklan yang efektif harus menyertakan sudut pandang konsumen. Para konsumen membeli manfaat-manfaat dari produk yang ditawarkan bukan atribut/atau lambangnya.

3.     Iklan yang efektif harus persuasif. Persuasi biasanya terjadi ketika produk yang diiklankan dapat memberikan keuntungan tambahan bagi konsumen.

4.     Iklan harus menemukan cara yang unik atau strategi untuk menerobos kerumunan dari beberapa iklan.

  1. Iklan yang baik tidak pernah menjanjikan lebih dari apa yang bisa diberikan. Intinya  menerangkan apa adanya.

Sedangkan berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh iklan media cetak untuk mempengaruhi perilaku konsumen menghasilkan pengaruh yang signifikan. Ini berarti bahwa iklan media cetak efektif untuk mempengaruhi perilaku pembelian telepon seluler. Seperti pengukuran evaluasi dampak iklan untuk mengetahui efektifitas iklan.

Kekuatan  media cetak dibandingkan dengan media elektronik:

1.     Market Coverage

Surat kabar dapat menjangkau daerah-daerah perkotaan sesuai dengan cakupan pasarnya (nasional atau lokal)

2.     Comparison shopping

Kebiasaan konsumen membawa surat kabar sebagai referensi untuk memilih barang sewaktu berbelanja.

3.     Positive consumer attitudes.

Konsumen umumnya memandang surat kabar memuat hal-hal  aktual yang perlu segera diketahui oleh khalayak pembacanya.

  1. Fleksibilitas

Pengiklan dapat bebas memlih pasar mana (dalam cakupan geografis) yang akan diprioritaskan. Dengan demikian ia dapat memilih media mana yang cocok.

Dari hasil pengamatan dilapangan bahwa konsumen lebih tertarik pada iklan media cetak lokal seperti surat kabar Fajar dan Tribun dibandingkan dengan surat kabar Nasional seperti Kompas ini disebabkan karena surat kabar lokal iklannya berasal dari para pengecer atau toko lokal dimana menjual produk telepon seluler sehingga dapat berkunjung ke toko tersebut, sedangkan Iklan Nasional hanya memperkenalkan produk baru yang biasanya ada di surat kabat lokal.

Sumber

Achmad, A.S. 1990. Manusia dan Informasi. Hasanuddin University Pers. Ujung Pandang.

Bulaeng, Andi. 2004. Teori Manajemen Riset Komunikasi. Narendra, Jakarta.

——————-. 2000. Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer. Pusat Penerbit Universitas Terbuka. Jakarta.

Analisis Jurnal 2

Judul                     : PENGARUH IKLAN SMK DI TELEVISI TERHADAP MINAT SISWA SMP KECAMATAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG UNTUK MELANJUTKAN KE SMK

Pengarang          : Jatmiko Edi Purnomo (Prodi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Semarang), Sudartono (Prodi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Semarang), Agus Suharmanto (Prodi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Semarang)

Tahun                   : —

Tema                     : Pengaruh Media Iklan

Latar Belakang Masalah :

Saat ini pemerintah telah gencar mensosialisasikan dan mempromosikan SMK melalui media. Contohnya pada awal tahun 2008, mulai muncul tayangan iklan SekolahMenengah Kejuruan di televisi. Iklan tersebut digagas oleh pemerintah dengankonsep yang menarik dan bersifat persuasif. Iklan tersebut seolah-olah sangat memberikan solusi bagi pelajar yang kebingungan mencari pekerjaan setelah lulus. Iklan tersebut semakin kuat dan menyakinkan masyarakat karena menampilkan tokoh-tokoh orang yang sukses seperti Bob Sadino, Tantowi Yahya, Subronto Laras, dan Tora Sudiro dan tokoh lainnya.

Terlepas benar tidaknya pesan yang disampaikan, secara umum iklan layanan masyarakat tersebut cukup memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai SMK. Namun, yang perlu dicermati adalah dengan penayangan iklan tersebut apakah sudah optimal untuk dapat mempengaruhi masyarakat khususnya minat siswa SMP yang akan melanjutkan ke SMK. Adanya iklan tersebut apakah sudah memperbaiki citra SMK yang beberapa tahun lalu muncul anggapan lulusan SMK hanya berorientasi kerja, susah masuk perguruan tinggi, pengetahuan yang didapat kurang, sering melakukan tawuran, dan lain-lain. Dibalik penayangan iklan SMK tentunya pemerintah sebagai penggagas mempunyai maksud dan tujuan tersendiri.

Televisi merupakan media elektronik yang sangat potensial untuk mempengaruhi masyarakat. Beragam tayangan dipertontonkan, mulai dari tayangan yangbersifat pendidikan, sosial, layanan masyarakat, hiburan, sampai tayangan iklan yang bersifat komersial. Dengan adanya

televisi, informasi yang didapat oleh masyarakat jauh lebih mudah, jelas, praktis dan terjangkau semua kalangan masyarakat.

Televisi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, media ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Untuk menjumpai media ini tidaklah susah, hampir ditiap rumah ada televisi, bahkan dalam satu rumah ada 2 sampai 4 televisi. Dari mulai bangun pagi pemirsa / penonton televisi sudah dimanjakan dengan beragam acara, acara terus berlanjut sampai malam hari, bahkan ada beberapa stasiun televisi yang full time.

Sampai saat ini televisi dipandang masih sangat efektif dalam mempengaruhi masyarakat. Di tiap jeda acara televisi ada yang namanya iklan. Penayangan iklan pada umumnya bersifat komersil, namun ada juga iklan layanan masyarakat. Iklan televisi merupakan suatu penayangan ditiap jeda acara yang durasinya singkat. Penayangan iklan SMK pada bulan Januari-Juni 2009 mencapai kurang lebih 20 kali tayang per minggu di setiap stasiun televisi. Iklan SMK sampai sekarang masih ditayangkan walaupun frekuensi penayangannya hanya sekitar 5-10 kali tayang per minggu. Contohnya iklan SMK ditayangkan pada hari Sabtu, 5 September 2009 sekitar pukul 19.11 WIB di MetroTV. Minat lulusan SMP/MTs untuk melanjutkan ke sekolah menengah kejuruan (SMK) akhir-akhir ini makin meningkat. Buktinya, dalam 2008/2009 mencapai 1,4 juta siswa atau meningkat 20 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Padahal, 10 tahun sebelumnya SMK ini dianggap pendidikan kelas dua.

Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari institusi tertentu melalui media massa yang bertujuan mempengaruhi khalayak agar membeli suatu produk atau jasa. Iklan memiliki beberapa karakteristik, antara lain: suatu bentuk komunikasi yang berbayar, menggunakan media massa sebagai penyebar pesan, menggunakan sponsor yang teridentifikasi, bersifat mempersuasif khalayak, bertujuan untuk meraih konsumen sebanyak-banyaknya. Iklan diklasifikasikan dalam 3 jenis yaitu iklan informatif, iklan persuasif dan iklan pengingat. Frekuensi penayangan iklan SMK adalah banyaknya kemunculan iklan SMK di televisi untuk menyampaikan informasi – informasi tentang SMK.

Semakin banyak frekuensi penayangan semakin jelas informasi yang akan diterima oleh masyarakat karena informasi akan disampaikan secara berulang – ulang. Iklan diadakan untuk memberi informasi dan membujuk. Isi komunikasi iklan adalah inti apa yang dapat dilakukan oleh iklan tersebut. Aspek ini sering disebut ”kreatif”, pesan atau isi iklan disebut ”pekerjaan kreatif ”. Iklan meliputi latihan menulis dan mendesain dalam kata-kata dan gambar, serta memerlukan kemampuan verbal maupun kemampuan menggambar yang memadai. Perbedaan antara satu iklan dengan iklan yang lain seringkali terletak pada pesan itu sendiri. Isi iklan SMK di televisi antara lain menggambarkan tentang sarana prasarana, prestasi, mata pelajaran, lulusan, peluang kerja, bidang keahlian dan kegiatan-kegiatan yang ada di SMK.

Masalah     :

  1. Bagaimana tanggapan siswa SMP Kecamatan Candimulyo terhadap iklan SMK di Televisi ?
  2. Seberapa besar minat siswa SMP Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang untuk melanjutkan ke SMK ?
  3. Adakah pengaruh iklan SMK di Televisi terhadap minat siswa SMP Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang untuk melanjutkan ke SMK ?

Tujuan                :

  1. Untuk mengetahui tanggapan siswa siswa SMP Kecamatan Candimulyo terhadap iklan SMK di Televisi
  2. Mengetahui pengaruh iklan SMK di Televisi terhadap minat siswa SMP Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang untuk melanjutkan ke SMK

Metodologi Penelitian            :

Populasi penelitian ini adalah keseluruhn siswa kelas IX (sembilan) SMP yang berada di Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang yaitu sebanyak 400 orang.

Sedangkan sampel penelitian ini sebanyak 162 orang. Diambil berdasarkan tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 10%.

Variabel bebas penelitian ini adalah iklan SMK di Televisi, dan Variabel terikat penelitian ini adalah minat siswa SMP Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang untuk melanjutkan ke SMK.

Pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket. Instrumen menggunakan internal validity untuk memenuhi construct consistency yaitu dengan mencobakan angket sekali saja,

kemudian dianalisis dengan teknik belah dua dari Spearman Brown. Teknik analisis data

menggunakan analisis deskripsi dan koefisien determinasi. Analisis deskripsi digunakan untuk mengetahui tanggapan dan minat siswa SMP, sedangkan koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui pengaruh dan kontribusi iklan SMK terhadap minat melanjutkan ke SMK.

Analisis dan Hasil         :

Tanggapan siswa SMP Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang terhadap iklan SMK di Televisi termasuk baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.

Berdasarkan tabel 1 dapat di lihat bahwa

Tabel 1. Tingkat tanggapan siswa SMP terhadap iklan SMK di televisi

Interval Penilaian Frekuensi Prosentase
81,26-100,00 Sangat Baik 50 30,86%
62,51-81,25 Baik 84 51,85%
43,76-62,50 Kurang Baik 28 17,28%
25,00-43,75 Tidak Baik 0 0%
Jumlah 162 100%

Tabel 2. Tingkat minat siswa SMP melanjutkan ke SMK

Interval Penilaian Frekuensi Prosentase
81,26-100,00 Sangat Berminat 31 19,14%
62,51-81,25 Berminat 93 57,41%
43,76-62,50 Kurang Berminat 34 20,99%
25,00-43,75 Tidak Berminat 4 2,47%
Jumlah 162 100%

sebanyak 30,86% siswa SMP memberikan tanggapan yang sangat baik, 51,85 % siswa SMP memberikan tanggapan baik dan 17,28 % memberikan tanggapan kurang baik terhadap iklan SMK di televisi Hal ini menunjukkan iklan SMK di televisi dinilai baik dalam hal frekuensi penayangan, daya tarik, dan pesan yang disampaikan.

Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat bahwa sebanyak 19,14% siswa SMP sangat berminat, 57,41% siswa SMP berminat, 20,99% siswa SMP kurang berminat, dan 2,47% siswa SMP tidak berminat untuk melanjutkan ke SMK. Hal ini menunjukkan berdasarkan cita-cita, kemampuan belajar, kondisi fisik, dan kondisi psikis yang dimiliki siswa SMP Kecamatan Candimulyo sebagian besar menyatakan berminat untuk melanjutkan ke SMK.

Perhitungan analisis yang dilakukan yaitu dengan metode koefisien korelasi product moment yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (iklan SMK di televisi) dengan variabel terikat (minat siswa SMP untuk melanjutkan ke SMK), koefisien determinasi digunakan untuk menghitung berapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dan uji hipotesis yang berguna untuk membuktikan hipotesis yang dikemukakan oleh penulis. Koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Berdasarkan perhitungan, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) antara variabel X (iklan SMK di televisi) dengan variabel Y (minat siswa SMP melanjutkan ke SMK) sebesar 0,675. Hal ini menunjukkan bahwa iklan SMK di televisi mempunyai hubungan yang positif/searah terhadap minat siswa SMP untuk melanjutkan ke SMK. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 45,50% yang berarti iklan mempunyai pengaruh terhadap minat siswa SMP melanjutkan ke SMK sebesar 45,50% dan sisanya 54,50% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti.

Analisis Jurnal 3

Judul                     : ANALISIS PENGARUH MEDIA IKLAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA PADA MASYARAKAT KOTA PALEMBANG

Pengarang          : M. Nasir Ibrahim

Tahun                   : 2011

Tema                     : Pengaruh Media Iklan

 

Latar Belakang Masalah             :

Periklanan adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa secara non-personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. (Kotler, 2000:658). Iklan hanyalah salah satu contoh untuk mengenalkan produk atau jasa yang ingin dipasarkan kepada pasar sasaran.

Iklan sangatlah dibutuhkan untuk memperkenalkan produk yang kita buat kepada konsumen.Salah satu perusahaan air minum pertama di Indonesia yaitu PT. AQUA Golden Mississipi melakukan langkah strategis untuk bergabung dengan group DANONE, yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini. Dalam hal pengambilan keputusan membeli air minum dalam kemasan sangat banyak faktor yang mempengaruhi konsumen, baik itu selera, pendapatan, gaya hidup atau bahkan promosi yang dilakukan oleh perusahaan.

Promosi merupakan suatu hal yang penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk menarik perhatian, menimbulkan interest, menimbulkan minat untuk membeli dan akhirnya adanya tindakan dari konsumen. PT Aqua Golden Mississippi melakukan promosi baik dari segi periklanan maupun dari aspek-aspek lainnya seperti Corporate Social Responbility (CSR) yang mampu membangun kredibilitas perusahaan tersebut. Periklanan yang dilakukanpun mencakup pada setiap media baik media cetak atau media elektronik. Strategi promosi yang diterapkan oleh PT Aqua Golden Mississippi tidak hanya berhasil dalam membangun kesadaran mereknya namun juga telah memperkuat Aqua sebagai industri air minum dalam kemasan yang besar di Indonesia.

Masalah       :

1. Seberapa besar pengaruh media iklan terhadap pengambilan keputusan membeli air minum dalam kemasan Aqua?

2. Program periklanan yang mana yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen membeli air minum dalam kemasan Aqua?

Tujuan Penelitian  :

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media iklan terhadap pembelian air minum kemasan merk Aqua di Palembang

Metodologi                         :

Desain Penelitian

Penelitian yang dilakukan merupakan riset conclusive yang bersifat kausal (Causal research), yakni mempelajari hubungan sebab akibat antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan kata lain, terdapat hubungan sebab akibat yang dapat diteliti antara variabel faktor-faktor media iklan dan variabel keputusan pembelian.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Palembang yang mengkonsumsi air minum dalam kemasan merek Aqua sebanyak 126 sampel yang merupakan bagian dari populasi sebagai responden. Responden dalam penelitian ini dipilih berdasarkan metode pengambilan sampel yang bersifat non-probability sampling, yakni accidental sampling atau convenience sampling yaitu dengan memilih sampel dari orang atau unit yang mudah dijumpai atau diakses.

Pada metode ini, setiap anggota populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Penggunaan metode ini didasarkan pada pertimbangan waktu yang relatif lebih cepat dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan sampel probabilistik.

Teknik Analisis

 

Tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tehnik analisis kualitatif dan kuantitatif.

  1. Kualitatif

Teknik analisis secara kualitatif menggambarkan secara deskriptif tentang kondisi atau fakta yang didapat dari hasil penelitian dan membandingkan antara teori dan praktek yang terjadi, yang bersumber dari buku-buku pedoman yang berhubungan dengan masalah yang dianalisis. Metode ini memberikan penjelasan secara deskriptif terhadap hasil yang diperoleh dari analisa kuantitatif.

2. Kuantitatif

Analisis dengan menggunakan metode kuantitatif dilakukan dengan melakukan pengolahan dari kuesioner yang ada dengan menggunakan analisis regresi berganda dan korelasi untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara variabel Y (variabel keputusan membeli) dengan variabel X (media iklan). Analisis ini akan dibantu dengan bantuan program SPSS For Windows Release 11,5. Model analisis regresi berganda yang digunakan adalah :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 +b5X5+ b6X6+ e

Keterangan :

Y                                              = Keputusan Membeli

a                                             = Konstanta

b1,b2,b3,b4,b5,b6           = Koefisien regresi

X1                                           = Iklan Televisi

X2                                           = Iklan Surat Kabar

X3                                           = Iklan Majalah

X4                                           = Iklan Radio

X5                                           = Iklan Billboard

X6                                           = Iklan Spanduk

e                                              = Error

 

Analisis dan Hasil

Analisis Deskriptif

Pada penelitian ini terdapat 7 (tujuh) variabel yang terdiri dari satu variabel terikat, yaitu Variabel Keputusan membeli (Y) dan enam variabel bebas, yaitu media iklan yang terdiri dari: Variabel Iklan Televisi (X1), Variabel Iklan Surat Kabar (X2), Variabel Iklan Majalah (X3), Variabel Iklan Radio

(X4), Variabel Papan Reklame (X5), dan Variabel Spanduk (X6).

Hasil

Program promosi yang dilakukan oleh PT. Aqua Golden Mississippi sebagai bentuk proses komunikasi kepada pelanggan mengharapkan adanya umpan balik (feed back). Umpan balik tersebut berupa kesadaran konsumen untuk mengambil keputusan dalam melakukan pembelian terhadap air minum dalam kemasan merek Aqua. Pada penelitian ini telah dilakukan survey terhadap 126 orang responden sebagai sampel.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: