ICHA'S WORLD

welcome to icha's blog :)

Kenapa bisa ada mimpi ?

pada 26 Desember 2010

Penyebab terjadinya Mimpi berlawanan dengan apa yang diyakini kebanyakan orang, mimpi TIDAK disebabkan karena memakan makanan tertentu sebelum tidur, atau stimulus (rangsangan) tertentu dari lingkungan sekitarnya selama tidur. Mimpi disebabkan oleh proses biologis internal dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sel otak besar pada bagian belakang otak secara periodik pecah dalam selang waktu sekitar 90 menit, dan mengirimkan rangsangan (stimuli) yang bersifat acak (random) ke bagian korteks (cortex) pada otak. Sebagai akibatnya, bagian memori, sensorik, kontrol saraf, dan kesadaran pada otak ter-stimulasi secara acak yang berdampak adanya rangsangan pada puncak bagian korteks pada otak. Menurut penelitian ini, proses diatas mengakibatkan kita mengalami apa yang kita sebut sebagai mimpi.
Pada akhir-akhir ini, kontroveresi yang paling signifikan mengenai mimpi berkisar pada pertanyaan apakah mimpi memiliki kaitan langsung dengan pribadi seseorang ataukah tidak. Sebagian psikoterapis berpendapat bahwa saat rangsangan neurologis dari otak memicu proses terjadinya mimpi, isi atau representasi dalam mimpi dapat berasal dari kebutuhan, keinginan, atau harapan dari alam bawah sadar dan kehidupan sehari-hari pada orang yang mengalami mimpi tersebut. Karena itu sebagian psikoterapis beranggapan bahwa mimpi merupakan cetusan dari alam bawah sadar seseorang. Penjelasan ini dikenal sebagai penjelasan “phenomenological-clinical”, atau “top-down”. Dilain pihak, penjelasan neourologis, atau “bottom-up”, menyatakan bahwa mimpi sama sekali tidak memiliki arti khusus. Diantara keduanya terdapat pendekatan yang disebut “context analysis”, yang menjelaskan dan mengklasifikasikan representasi yang ditemukan seseorang dalam mimpinya, seperti manusia, rumah, kendaraan, pohon, kendaraan, tanpa interpretasi yang mendalam mengenai detil objek tersebut. Perbedaan antara representasi telah ditemukan antara mimpi yang dialami pria dan wanita, serta mimpi yang dialami manusia dalam berbagai tingkatan pertumbuhan. Mengenai arti perbedaan tersebut saat ini masih dalam penelitian.
Angga berkata, jika berdasarkan teori dari Sigmun Freud maka semestinya mimpi yang terjadi pada kita berhubungan erat dengan keadaan emosi sebelum kita tidur. Keadaan emosi ini sendiri bisa kita sadari, bisa juga tidak kita sadari dimana pada keadaan emosi yang tidak kita sadari, biasanya kejadian adalah kejadian yang kita anggap biasa tetapi sebenarnya luar biasa oleh karena sesuatu seperti penolakan, kelucuan, amarah, dan sebagainya.

materi referensi:
http://kirsman25bandung.blogspot.com/200…


One response to “Kenapa bisa ada mimpi ?

  1. Edward damerta mengatakan:

    Aneh ea,kita bisa mimpi,
    tapi kalau menurut saya mimpi itu ada 2,
    yang pertama mimpi itu karena ada faktor faktor pengingatan,keinginanan,atw pun pesan2 ,atwpun ramalan2 nasib kita ,
    dan keedua mimpi karena pengaruh tidur saja,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: