ICHA'S WORLD

welcome to icha's blog :)

Resensi Film The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader

pada 26 Desember 2010

Udah 2 minggu film ini di putar di bioskop, tapi belum sempet nonton😥. Padahal pengen banget, tapi ngga jadi terus .
Berikut Resensi Film The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, cuma buat sharing aja🙂

Edmund Pevensie (Skandar Keynes) dan Lucy Pevensie (Georgie Henley) kembali harus berurusan dengan negeri dongeng saat secara tidak sengaja sebuah lukisan tiba-tiba saja membawa mereka kembali ke negeri Narnia. Sepertinya kedatangan dua bersaudara ini juga diharapkan oleh warga Narnia karena negeri ini sedang menghadapi masalah besar dan bantuan Pevensie bersaudara jelas akan diperlukan.
Saat sedang melihat-lihat sebuah lukisan, tiba-tiba saja lukisan ini hidup dan menelan Edmund dan Lucy. Bukan hanya mereka berdua, Eustace Scrubb (Will Poulter) pun ikut terbawa ke negeri Narnia. Mereka masuk ke negeri dongeng ini dan kembali bertemu dengan Caspian (Ben Barnes) yang kini telah menjadi raja dan sedang dalam perjalanan mencari tujuh orang bangsawan yang hilang.
Petualangan berawal di Lone Island dan berlanjut hingga ke ujung dunia. Dalam petualangan ini, banyak yang terjadi dan salah satunya adalah saat Eustace berubah menjadi naga karena kesalahannya. Berhasilkah mereka menemukan ketujuh bangsawan yang hilang ini? Atau perjalanan kali ini tak akan membawa hasil apapun?

REVIEW..

THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER ini boleh saja jadi bagian yang ketiga dari THE CHRONICLES OF NARNIA tapi film ini juga punya nilai lebih lantaran ini untuk pertama kalinya film NARNIA diproduksi dalam format tiga dimensi alias 3D. Film ini juga sekaligus menandai beralihnya produksi dari Disney ke 20th Century Fox. Dan jangan lupa, kali ini posisi sutradara tak lagi dipegang oleh Andrew Adamson namun beralih ke tangan Michael Apted.

NARNIA memang bukan satu-satunya film fantasi yang beredar tahun ini. Sebelumnya ada bagian pertama dari HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS yang juga baru saja dirilis beberapa pekan lalu. Malahan bisa dibilang HARRY POTTER adalah pesaing ketat NARNIA saat ini dan masih belum bisa ditebak apakah NARNIA sanggup menggeser posisi HARRY POTTER yang sekarang bertengger di puncak tangga box office. Yang pasti NARNIA memang punya fans setia sendiri dan perkembangan yang terjadi di bagian ketiga ini cukup memuaskan.

NARNIA THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER

Kalau HARRY POTTER memilih untuk memperlambat tempo, NARNIA justru memilih sebaliknya. Dibandingkan dengan dua bagian sebelumnya, THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER ini terasa lebih rancak. Tentu saja ini karena campur tangan Apted yang baru bergabung sebagai sutradara. Langkah ini membuat NARNIA jadi lebih renyah dan enak ditonton.

Dari sisi special effect, sepertinya tidak ada masalah yang terlalu berarti dengan film ini meski di saat yang sama tidak ada yang terlalu istimewa pula. Para aktornya jelas sudah teruji pada dua film sebelumnya meski tetap saja nama Liam Neeson terasa lebih menonjol walaupun ia hanya menyumbangkan suaranya saja sebagai Aslan


One response to “Resensi Film The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader

  1. Jiiehaan mengatakan:

    NARNIA❤ kereen bangget🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: